Sabtu, 18 Januari 2014

TULISAN KU

TUGAS MAKALAH MANAJEMEN
Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Pengantar Manajemen


 










PEMBAGIAN KERJA DAN STRUKTUR ORGANISASI
Disusun Oleh:
Kelompok : 2 (Dua)




FAKULTAS SYARI’AH EKONOMI ISLAM
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI
SULTAN MAULANA HASANUDDIN “BANTEN”
2013/2014



KATA PENGANTAR

            Puji syukur penulis panjatkan kepada TUHAN YANG MAHA ESA. Bahwa penulis telah menyelesaikan tugas mata kuliah Pengantar Manajemen dengan membahas Pembagian Kerja & Struktur Organisasi dalam bentuk makalah .
Dalam penyusunan makalah ini, tidak sedikit hambatan yang kami hadapi. Namun penulis menyadari bahwa kelancaran dalam penyusunan makalah pengantar manajemen  ini tidak lain berkat bantuan, dorongan dan bimbingan orang tua, kerabat atau teman-teman kami dan Dosen mata kuliah Manajemen Umum , sehingga kendala-kendala yang kami hadapi teratasi. Oleh karena itu kami mengucapkan terima kasih kepada Dosen mata kuliah Pengantar Manajemen yang telah memberikan tugas, petunjuk, kepada penulis  sehingga saya termotivasi dan menyelesaikan tugas makalah ini.
Semoga materi ini dapat bermanfaat dan menjadi bahan pembelajaran  bagi pihak yang membutuhkan, khususnya bagi penulis sehingga tujuan yang diharapkan dapat tercapai, Semoga makalah ini dapat memberikan wawasan yang lebih luas kepada pembaca. Mohon maaf apabila dalam penulisan makalah ini memiliki beberapa kekurangan. Penyusun mohon untuk saran dan kritikanya. Terima kasih.






Penulis,







DAFTAR ISI


KATA PENGANTAR ...................................................................

DAFTAR ISI ...................................................................................

BAB I PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang ............................................................................
1.2  Rumusan Masalah .......................................................................
1.3  Tujuan Pembuatan Makalah ........................................................
BAB II PEMBAHASAN
2.1 Pentingnya Pengorganisasian ......................................................
2.2 Pembagian Pekerjaan (Division Of Work) ..................................
2.3 Pengorganisasian Dan Struktur Organisasi .................................
2.4 Pendepartemenan ........................................................................

BAB III PENUTUP
3.1 Simpulan .....................................................................................
3.2 Saran ...........................................................................................

DAFTAR PUSTAKA



BAB I
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
Keberadaan organisasi (organization) sebenarnya sudah setua sejarah peradaban manusia dimuka bumi ini. Sepanjang hidupnya manusia telah menggabungkan diri dengan orang lain untuk mencapai tujuan bersama. Namun, tidak semua orang sadar bahwa mereka sebenarnya telah berorganisasi. Berkembangnya kesadaran mengenai pentingnya organisasi bagi setiap orang sebenarnya melalui perjalanan yang amat lamban dibandingkan dengan peradaban manusia itu sendiri. Karena baru dalam beberapa dasawarsa terakhir orang mulai cenderung untuk melakukan studi tentang organisasi beserta perilakunya secara mendalam.
         Apa yang dikatakan orang tentang organisasi tak ubahnya sebagai wadah dan alat untuk mencapai tujuan mereka yang di dalamnya terdapat norma-norma yang harus dipedomani dan nilai yang perlu dipegang teguh.

1.2  Rumusan Masalah
Rumusan masalah dalam pembuatan makalah ini adalah;
1.      Untuk mengetahui pengertian pengorganisasian dan struktur organisasi
2.      Pentingnya pengorganisasaian
3.      Pembagian pekerjaan (division of work)
4.      Untuk mengetahui pendeparteemenan

1.3  Tujuan Pembuatan Makalah
     Dari rumusan masalah diatas dapat di ambil tujuan yaitu, untuk mengetahui bagian-bagian dalam pengorganisasian atau sub-sub dalam pengorganisasian dan struktur organisasi yang sangat berpengaruh dalam suatu manajemen. Selain itu juga syarat untuk memenuhi salah satu tugas Pengantar Manajemen.




BAB II
PEMBAHASAN

2.1 PENTINGNYA PENGORGANISASIAN
Ernest Dale menguraikan pengorganisasian sebagai suatu proses multilangkah :[1]
1.      Merinci seluruh pekerjaan yang harus dilakukan untuk mencapai tujuan organisasi. Setiap organisasi dibentuk dengan seperangkat tujuan.
2.      Membagi beban kerja ke dalam aktivitas-aktivitas yang secara logis dan memadai dapat dilakukan oleh seseorang atau oleh sekelompok orang. Organisasi dibentuk karena pekerjaan yang akan diselesaikan tidak dapat dilakukan oleh satu orang saja.
3.      Mengkombinasi pekerjaan anggota perusahaan dengan cara yang logis dan efisien. Bila suatu perusahaan memperbesar usahanya dan mempekerjakan lebih banyak pegawai untuk melakukan berbagai aktivitas, maka perlu dilakukan pengelompokan pegawai yang tugasnya saling berkaitan.
4.      Penetapan mekanisme untuk mengkoordinasi pekerjaan anggota organisasi  dalam satu kesatuan yang harminis. Bila individu-individu dan departemen-departemen. Mulai melaksanakan berbagai aktivitas mereka yang khas, tujuan organisasi secara keseluruhan mungkin akan terabaikan atau mungkin timbul konflik di antara anggota.
5.      Memantau efektivitas organisasi dan mengambil langkah-langkah penyesuaian untuk mempertahankan atau meningkatkan efektivitas.
Banyak organisasi yang berkembang tanpa terencana, mengadakan penambahan dan perubahan struktur dari waktu ke waktu sebagai kebijakan taktis untuk mencapai tujuan spesifik. Sejumlah faktor spesifik akan menentukan strktur actual suatu organisasi. Si antara factor-faktor itu antara lain jenis teknologi yang digunakan, lingkungan di mana organisasi itu beroperasi, dan pandangan hidup yang dianut para anggotanya. Tidak ada “cara terbaik” untuk merancang struktur yang dapat diterapkan bagi semua organisasi. Struktur yang paling sesuai adalah sesuatu yang sangat bersifat khusus, dan akan berbeda dari satu organisasi dengan yang lain dan dalam sutau organisasi sekalipun strukturnya akan berbeda dari waktu ke waktu.

2.2 PEMBAGIAN PEKERJAAN ( DIVISION OF WORK)
Banyak usaha dan departemen-departemen dalam berbagai perusahaan yang dimulai dari kecil/ seorang wiraswastawan atau individu mungkin saja dapat menangani keseluruhan operasinya. Tetapi pada saat beban kerja usaha atau departemen berkembang, sang wiraswastawan atau seorang tadi akan menjadi seorang manajer karena beberapa pembantu dipekerjakan dan pekerjaan di bagi-bagi di antara mereka. Dengan adanya perluasan lebuh lanjut, maka makin perlu bagi sang manajer untuk mengelompokkan para pegawainya ke dalam berbagai departemen.
1.      Manfaat spesialisasi pekerjaan
Manfaat spesialisai pekerjaan telah lama disadari. Dan dalam kenyataan, timbulnya peradaban adalah berkat adanya pembadian kerja. Produktiviras lebih besar yang dihasilkandari spesialisasi pelerjaan memberikan sumber daya yang diperlukan bagi kemanusiaan untuk bidang-bidang seni, ilme, dan pendidikan. Adam smith dalam bukunya yang berjudul wealth of nations, ia berpendapat bahwa manfaat terbesar dari pembagian kerja adalah dalam pemilihan seluuruh pekerjaan menjadi pekerjaan-pekerjaan kecil, sederhana dan terpisah di mana teriap karyawan dapat mengkjususskan diri, dan produktivitas total berlipat ganda secara geometris.[2]
2.      Pemikiran awal tentang spesialisasi
Manfaat spesialisasi dalam kaitannya denga meningkatnya produktivitas telah memperolej perhatian besar dari para penulis tentang dampak speisalisasi pekerjaan terhadap karyawan. Karl marx dan friedrich engles, yang menulis pada pertengahan abad kesembilan belas, memandang dan pembelengguan individu.[3]

Dan emile Durkheim, seorang sosiolog perancis yang telah menulis jauh sebelum.[4]
3.      Design pekerjaan (job design)
Untuk menentukan seberapa jauh sesuatu pekerjaan sesungguhnya telah dispesialisasikan , ada dua konsep tentang kedalaman pekerjaan (job depth) dan cakupan pekerjaan (job scope) merupaka upaya awal untuk menggambatkan aspek-aspek spesialisai pekerjaan.
Dengan kedalaman pekerjaan, sampai sejauh mana seseorang dapat mengendalikan pekerjaannya. Apabila pimpinan menetapkan standar yang kaku, mengorganisasi pekerjaan dengan sangat terperinci, mengutaikan metode. Dan menyelia pekerjaannya dengan ketat, maka kedalaman pekerjaan itu rendah. Terapi, apabila ertelah penyusunan tujuandan aturan umum, pegawai diberika keleluasaan untuk mengatur langkahnya sendiri dan melaksanakan pekerjaan dengan cara yang dipandangnya terbaik, maka kedalaman pekerjaan itu tinggi.
Dengan cakupan pekerjaan, operasi pelakksanaan yang berbeda, yang diperlikan oleh suatu pekerjaan tertentu dan frekuensi pengulangan daur pekerjaan. Makin rendah jumlah operasi dan makin besar frekuensi pengulangan, makin sempit cakupannya.
4.      Keseimbangan Antara Spesialisasi – Kepuasan Kerja – Produktivitas.
        Pada tahun 1960-an, para penulis manajemen modern seperti Chis Argyris,[5] Frederick Herzberg,[6] dan Douglas McGregor[7] telah menaruh perhatian atas masalah-masalah yang timbul sebagai akibat penyederhanaan pekerjaanyang ekstrim, terhadap individu. Mereka mengemukakan bahwa apabila pekerjaan sangat dispesialisasikan atau difragmentasikan,para karyawan akan merasakan bahwa tugas-tugas mereka monoton, tidak menyenangkan, dan tidak memuaskan. Dengan demikian, pegawai kehilangan rasa otonominya dan tidak menghadapi tantangan atau menjadi tidak berdaya serta tergantung. Para penulis ini tidak mengatakan bahwa semua bentuk spesialisasi itu tidak diinginkan. Tetapi, mereka mengemukakan bahwa spesialisasi dalam beberapa bidang telah mencapai suatu titik di mana manfaat yang diharapkan dalam efisiensi dan produktivitas tidak diperoleh karena lebih banyak menyebabkan kerugian bagi manusia.
2.3 PENGORGANISASIAN DAN STRUKTUR ORGANISASI

A.    Pengorganisasian
Pengertian pengorganisasian menurut para ahli:
v  Drs. H. Malayu S.P. Hasibuan
Pengorganisasian adalah suatu peoses penentuan, pengelompokan, dan pengaturan bermacam-macam aktivitas yang diperlukan untuk mencapai tujuan, menempatkan orang-orang pada setiap aktivitas ini, menyediakan alat-alat yang diperlukan menetapkan wewenang yang secara relatif didelegasikan kepada setiap individu yang akan melakukan  aktivitas-aktivitas tersebut.
v  George R. Terry
Pengorganisasian adalah tindakan mengusahakan hubungan-hubungan kelakuan yang efektif antara orang-orang, sehingga mereka dapat bekerja dama secara efisien dan dengan demikian memperoleh kepuasan pribadi dalam hal melaksanakan tugas-tugas tertentu dalam kondisi lingkungan tertentu guna mencapai tujuan atau sasaran tertentu.
Pengorganisasian dapat dipandang sebagai proses penyesuaian struktur organisasi dengan tujuan, sumber daya, dan lingkungannya.
PROSES PENGORGANISASIAN
Proses pengorganisasian adalah meliputi pembatasan dan jumlahan tugas-tugas, pengelompokan dan pengklasifikasian tugas-tugas, serta delegasian wewenang di antara karyawan perusahaan.suatu struktur organisasi merinci sebuah aktivitas berkaitan satu sama lain, sampai tingkat tertentu ia juaga menunjukan tingkat spesialisasi dari aktivitas kerja.
Berikut ini adalah proses atau langkah-langkah pengorganisasian:
1)      Manajer harus mengetahui tujuan organisasi yang ingin dicapai.
2)      Penetuan kegiaatan-kegiatan.
3)      Pengelompokan kegiatan-kegiatan.
4)      Pendelegasian wewenang
5)      Rentang kendali
6)      Peranan perorangan
7)      Tipe organisasi
8)      Struktur (organization chart = bagan organisasi)
Jika proses pengorganisasian di atas dilakukan dengan baik dan berdasarkan ilmiah maka organisasi yang disusun akan baik, efektif, efisien, dan sesuai dengan kebutuhan perusahaan dalam mencapai tujuannya.
B.     Struktur organisasi
Struktur adalah cara sesuatu disusun atau dibangun, sedangkan  Organisasi adalah suatu wadah berkumpulnya minimal dua orang untuk mencapai sebuah tujuan
Struktur Organisasi adalah Suatu susunan dan hubungan antara tiap bagian secara posisi yang ada pada perusahaaan dalam menjalin kegiatan operasional untuk mencapai tujuan, bagaimana pekerjaan dibagi, dikelompokkan, dan dikoordinasikan secara formal.
Pengertian struktur organisasi menurut para ahli:
Stoner dan wankell (1986: 243) membatasi bahwa struktur organisasi adalah susunan dan gubungan antarabagian komponen dan posisi dalam suatu perkumpulan.
Menurut the liang gie bahwa struktur organisasi adalah kerangka yang mewujudkan pola tetap dari hubungan-hubungan di antara bidang-bidang kerja, maupun orang-orang yang menunjukkan kedudukan dan peranan masing-masing dalam kebulatan kerja sama.
Menurut drs. h. malayu s.p. hasibuan stuktur organisasi adalah suatu gambar yang menggambarkan tipe organisasi, pendepartemenan organisasi kedudukan dan jenis wewenang pejabat, bidang dan hubungan pekerjaan, garis pemerintah dan tanggung jawab, tentang kendali dan system pimpinan organisasi.
Unsur-unsur struktur organisasi:



Bentuk-bentuk struktur organisasi:
a)      Berdasarkan proses pembentukannya:
Dikenal dua macam, yaitu “organisasi formal dan organisasi informal”.
a.       Organisasi formal adalah organisasi yang dibentuk secara sadar dan dengan tujuan-tujuan tertentu yang disadari pula, yang diatur dengan ketentuan-ketentuan formal.
b.      Organisasi informal adalah organisasi yang terbentuk tanpa disadari sepenuhnya, tujuannya juga tidak jelas.
b)      Berdasarkan bentuk dan tipe/tipenya.
a.       Organisasi lini (line organization)
Organisasi lini ini diciptakan oleh henry fayol dan biasanya organisasi dipakai perusahaan-perusahaan kecil saja. Dalam organisasi lini ini pendelegasian wewenang dilakukan secara vertical melalui garis terpendek dari seorang atasan kepada bawahannya. Pelaporan tanggung jawab dari bawahan kepada atasannya juga dilakukan melalui garis vertical yang terpendek. Perintah-perintah hanya diberikan seorang atasan saja dan pelaporan tanggung jawab kepada atasan bersangkutan.
b.      Organisasi lini dan staf (line and staff organization)
Organisasi lini dan staf ini pada dasarnya merupakan kombinasi dari organisasi lini dan organissi fungsional. Kombinasi ini dilakukan dengan  cara memanfaatkan kebaikan-kebaikannya dan mentiadakan keburukan-keburukannya. Asas kesatuan komando terap dipertahankan dan pelimpahan wewenang berlangsung secara vertical dari pucuk pimpinan kepada pimpinan bawahannya. Pucuk pimpinan tetap sepenuhnya berhak menetapkan keputusan, kebijaksanaan, dan merealisasikan tujuan perusahaan. Dalam membantu kelancaran tugas pimpinan, ia mendapat bantuan dari para staf. Tugas para staf hanya untuk memberikan bantuan, pemikiran saran-saran, data, informasi, dan pelayanan kepada pimpinan bahan pertimbangan untuk menetapkan keputusan dan kebijaksanaannya.
Garis wewenang tetap berada pada pimpinan, sedangkan staf hanya memiliki staf sepenuhnya tergantung pada pimpinan sendiri. Tipe organisasi lini dan staf ini umumnya digunakan untuk organisasi yang besar, daerah kerjanya luas, dan pekerjaannya banyak.
c.       Organisasi fungsional (functional organization)
Organisasi fungsional adalah organisasi yang disusun berdasarkan sifat dan macam pekerjaan yang harus dilakukan. Pada tipe organisasi fungsional ini masalah pembagian kerja mendapat perhatian yang sungguh-sungguh. Pembagian kerja didasarkan pada “spesialisasi” yang sangat mendalam dan setiap pejabat hanya mengerjakan suatu tugas atau pekerjaan sesuai dengan spesialisasinya. Dengan demikian maka para bawahan akan mendapat perintah dari beberapa orang atasan yang masing-masing hanya menguasai satu keahlian saja dan bertanggung jawab sepenuhnya atas bidang masing masing. Yang menciptakan organisasi fungsional ini adalah f.w. taylor.
d.      Organisasi lini, staf, dan fungsional (line, staff, and dunctional organization)
Organisai tipe ini merupalan kombinasi dari organisasi lini, lini dan staf, dan fungsional dan biasanya diterapkan pada organisasi tipe organisasi lini dan staf, sedangkan pada tingkat middle manager diterapkan tipe organisasi fungsional. Organisasi ini dilakukan dengan cara menggabungkan kebaikan dan menghilangkan keburukan dari ketiga tipe organisasi tersebut. Dengan demikian, cocok untuk dipakai pada suatu organisasi yang besar dan kompleks.

2.4  PENDEPARTEMENAN
Fungsi kerja para pegawai perlu dibagi-bagikan di antara mereka dan dikombinasikan menurut cara-cara yang logis. Para karyawan yang memiliki fungsi berkaitan biasanya berbagi bidang kerja yang sama dan merupakan suatu unit kerja. Efisiensi arus kerja bergantung pada keberhasilan pemaduan berbagai unit dalam organisasi. Pembagian kerja dan kombinasi tugas-tugas yang logis akan membawa ke struktur departemen dan subunit yang logis.
Setiap organisasi terdiri dari beberapa departemen (bagian divisi kerja = subsistem). Banyaknya bagian suatu organisasi tergantung dari kebutuhan perusahaan bersangkutan .
Asas pendeparemenan adalah mengelompikkan kegiatan-kegiatan yang sama dan berkaitan erat ke dalam suaru unit kerja (bagian ).
Dasar-dasar pedepartemenan (basic departmentation) ditentukan berdasarkan:
1)      Enterprise function
Jika pengelompokan atas dasar fungsi-fungsi perusahaan maka departemen (bagian-bagian) yang terdapat dalam perusahaan itu, adalah:
·         Departemen produksi (technical)
·         Departemen perdagangan (commercial)
·         Departemen keuangan (financial)
·         Departemen keamanan (security)
·         Departememn pembukuan (accounting)
·         Managerial (kepemimpinan)
Untuk setiap departemen (bagian) dipimpin oleh manajer (pemimpin) yaitu:manajer produksi, manajer perdagangan; manajer keuangan;manajer keamanan; dan manajer pembukuan ; sedang perushaan dipimpin oleh direktur. Dasar pendepartemenan atas fungsi-fungsi perusahaan akan menguntungkan karena memanfaatkan kecakapan spesialisasi dari setiap manajer . peter f. drucker dan follett, mengungkapkan kelemahan pengelompokkan ini, yaitu:
v  Pengelompokkan atas dasar fungsi perusahaan lebih mempersulit dan membuat prestasi menjadi sulit diukur.
v  Timbul masalah koordinasi pada puncak, yang menurut follett “benang harus dijalin dengan benang, kita tidak boleh menjalin benang dengan secarik kain tenun uang sudah jadi”.

2)      Management function (fungsi-fungsi manajemen)
Jika pengelompokan atas dasar fungsi-fungsi manajemen maka departemen (bagian-bagian) yang ada dalam perusahaan itu adalah:
1        Bagian pengembangan (planning dan organizing)
2        Urusan sumber daya manusia (USDM = staffing)
3        Pelaksanaan (operasional = directing)
4        Audit (pengendalian = controlling)
Setiap bagian dipimpin oleh manajer (peminpin), yaitu: manajer pengembangan, manajer USDM, manajer pelaksana, dan manajer audit.
3)      Process product
Jika pengelompokan dilakukan atas proses produksi/peralatan, misalnya pabrik tekstil maka bagian-bagian (unit-unit kerja) yang ada dalam pabrik tekstil itu.
4)      Product
Jika pen-departemen-an didasarkan atas produksi/hasil maka departemen-departemen (subsistem) yang terdapat dalam perusahaan itu tergantung banyaknya jenis produksi/ hasilnya. Misalnya pabrik mobil toyota.
Pengelompokan atas produksi/ hasil ini mempunyai kebaikan dan keburukannya, sebagai berikut:
v  Kebaikannya:
1        Perusahaan dapat memanfaatkan dengan sebaik-baiknya kecakapan karyawan, dengan memberikan kesempatan pada mereka untuk mengembangkan spesialisasinya.
2        Peralatan yang diperlukan juga tertentu dan penyimpanannya tertentu juga.
3        Potensi dan peoduk mana yang paling menguntungkan dapat dengan mudah diketahui.
4        Manajer mana yang paling efektif dan yang kurang efektif dapat diketahui.
5        Koordinasi atas suatu proyek/produksi lebih mudah dilakukan.
v  Keburukannya:
1        Para anggota tim merasa kurang terjamin, karena walaupun proyek dapat diselesaikan dengan berhasil, mereka selanjutnya mungkin kehilangan pekerjaan.
2        Ada kecenderungan timbulnya persaingan yang kurang sehat diantara departemen.
5)      Customer
Jika pen-departemen-an didasarkan atas customer (langganan) maka bagian-bagian yang terdapat dalam perusahaan itu sesuai dengan barang-barang yang dijual.
Kebaikannya:
1        Memudahkan konsumen untuk mencari barang-barang yang akan dibelinya.
2        Memudahkan administrasi, dan persediaan cepat diketahui.
3        Mudah mengetahui barang-barang yang paling laku dan paling menguntungkan.
4        Mudah mengetahui manajer yang paling berhasil
Keburukannya :
1        Pengetahuan karyawan pada bidang-bidang lainnya tidak berkembang.
2        Pekerjaan sangat membosankan para karyawan.
6)      Territory
Jika pendepartemenan (pengelompokan kerja) didasarkan atas territoryl wilayah maka departemen (unit-unit kerja) yang ada dalam organisasi perusahaan iru sesuai dengan daerah operasinya. Pen-departemen-an organisasi menurut wilayah memberikan peluang pada pengumpulan dan penyampaian informasi yang lebih cepat, sehingga mampu memberikan reaksi yang cepat dan tepat terhadap masalah-masalah setempat.
7)      Time
Pen-departemen-an yang didasarkan atas time/waktu maka dalam organisasi perusahaan itu terdapat bagian-bagian/ pengelompokkan berdasarkan waktu/shift kerja.
8)      Simple number
Pengelompokkan atas simple number maka dalam organisasi perusahaan itu terdapat kelompok / regu satu, regu sua, dan regu tiga. Penentuan jumlah kelompok / regu didasarkan pada urutan angka.
9)      Combination
Pendepartemenan atas combination/ gabungan dari pendepartemenan-pendepartemenan di atas (fungsi perusahaan, fungsi manajemen, fungsi pemasaran, fungsi territory, dan lain sebagainya) dalam organisasi perusahaan besar atau multinasional sering dilakukan.
10)  Matriks
Ini adalah salah stu konsep baru dalam bidang organisasi, yang bukan saja terjadi pen-departemen-an dengan suatu dasar teknis yang sangat mendalam terapi juga berdasarkan dasar manajemen. Supervisi bersifat dualistis yakni supervisi teknis dari pimpinan teknis dan supervisi administratif.
Konsep ini menggunakan sebuah bentuk matriks. Misalnya : dalam organisasi terdapat lima kelompok, yaitu kelompok A, B, C, D, dan E yang masing-masing mewakili 5 macam skill teknis yang merupakan bawahan manajer bidang service teknis.



BAB III
PENUTUP
3.1 Simpulan
Bagi suatu perusahaan atau setiap organisasi lain, proses pengorganisasian (organizing process) merupakan upaya penentu pekerjaan yang harus dilakukan untuk mencapai tujuan organisasi, pembagian kerja secara tepat di antara para pegawai perusahaan, dan penetepan mekanisme untuk mengkoordinasikan aktivitas- aktivitas perusahaan. Salah satu hasil dari proses ini adalah suatu organisasi, yang merupakan prosedur formal bagaimana organisasi tersebut dikelola.
Pendepartemenan adalah pengelompokan aktivitas-aktivitas kerja yang sama atau secara logis berkaitan . para pegawai yang ditugasi dengan tugas-tugas departemen yang telah dispesialisasikan akam mengembangkan keterampilan dan kemahiran dalam fungsi-fungsi tertentu, tetapi kemudian akan merasakan bahwa kerutinan kerja sehari-hari akan mengakibatkan hilangnya rangsangan dan tantangan.

3.2 Saran
Mengingat pentingnya pengorganisasian maka perlu kiranya masalah ini diperhatikan dan dipahami sebaik-baiknya. Setelah mamahami pengorganisasian maka sebaiknya diterapkan dalam bentuk actual di lapangan. Dan untuk para pemimpin  sebaiknya harus mengetahui semua hal yang menyangkut tentang organisasi baik secara individu maupun kelompok.
Agar suatu organisasi berhasil para anggota harus saling bekerjasama dengan baik dan menjaga kebersamaan agar apabila terjadi masalah dapat diselesaikan dengan baik-baik tanpa jarus mengganggu proses organisasi.

  
DAFTAR PUSTAKA


Stoner_ Sirait Manajemen Jilid 1
H. Malayu S. P. Hasibuan Manajemen: Dasar, Pengertian, dan Masalah: Editor Estu Rahayu. – Ed. Revisi, Cet. 8. –Jakarta: Bumi Aksara, 2009.






[1] Ernest Dale, Organization (New York: American Management Associations, 1967), hal. 9. Kelima tahap yang kita bicarakan merupakan perluasan dari proses tiga tahap yang diutarakan oleh Dale.
[2] Adam Smith, Wealth of Nation (New York: Modern Library, 1937; semula diterbitkan pada tahun 1776),  hal. 3- 4.
[3] Karl Marx dan Friedrich Engles, The German Ideology, Bagian I, diedit oleh C.J . Arthur (New York: International Publishers, 1970; semula diterbitkan tahun 1846), hal. 53.
[4] Emile Durkheim, the division of labour in society (New York: Macmillan, 1933; semula diterbitkan pada tahun 1893).
[5] Chis Argyris, Personality and Organization (New York: Harper & Brothers, 1957).
[6] Frederick Herzberg, Bernard Mausner, dan Barbara Snyderman, The Motivation to Work, edisi ke-2 (New York: Wiley, 1959).
[7] Douglas McGregor, The Human Side Of Enterprise ( New York: McGraw-Hill, 1960).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

saran dari teman-teman