TUGAS
MAKALAH MANAJEMEN
Diajukan
Untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Pengantar Manajemen
PEMBAGIAN KERJA DAN STRUKTUR
ORGANISASI
Disusun Oleh:
Kelompok : 2
(Dua)
FAKULTAS SYARI’AH EKONOMI ISLAM
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI
SULTAN MAULANA HASANUDDIN “BANTEN”
2013/2014
KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis panjatkan kepada TUHAN YANG MAHA ESA. Bahwa penulis telah menyelesaikan tugas mata kuliah Pengantar Manajemen dengan membahas Pembagian Kerja & Struktur Organisasi dalam bentuk makalah .
Dalam penyusunan makalah ini, tidak sedikit
hambatan yang kami hadapi. Namun penulis menyadari bahwa kelancaran dalam
penyusunan makalah pengantar manajemen ini tidak lain berkat bantuan,
dorongan dan bimbingan orang tua, kerabat atau teman-teman kami dan Dosen mata
kuliah Manajemen Umum , sehingga kendala-kendala yang kami hadapi teratasi.
Oleh karena itu kami mengucapkan terima kasih kepada Dosen mata kuliah Pengantar
Manajemen yang telah memberikan tugas, petunjuk, kepada penulis
sehingga saya termotivasi dan menyelesaikan tugas makalah ini.
Semoga materi ini dapat bermanfaat dan menjadi
bahan pembelajaran bagi pihak yang membutuhkan, khususnya bagi penulis
sehingga tujuan yang diharapkan dapat tercapai, Semoga makalah ini dapat
memberikan wawasan yang lebih luas kepada pembaca. Mohon maaf apabila dalam
penulisan makalah ini memiliki beberapa kekurangan. Penyusun mohon untuk saran
dan kritikanya. Terima kasih.
Penulis,
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ...................................................................
DAFTAR ISI ...................................................................................
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang ............................................................................
1.2 Rumusan Masalah .......................................................................
1.3 Tujuan Pembuatan Makalah ........................................................
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pentingnya Pengorganisasian ......................................................
2.2 Pembagian Pekerjaan (Division Of Work) ..................................
2.3 Pengorganisasian Dan Struktur Organisasi .................................
2.4 Pendepartemenan ........................................................................
BAB III PENUTUP
3.1 Simpulan .....................................................................................
3.2 Saran ...........................................................................................
DAFTAR PUSTAKA
BAB I
PENDAHULUAN
1.1
Latar
Belakang
Keberadaan organisasi (organization) sebenarnya
sudah setua sejarah peradaban manusia dimuka bumi ini. Sepanjang hidupnya
manusia telah menggabungkan diri dengan orang lain untuk mencapai tujuan
bersama. Namun, tidak semua orang sadar bahwa mereka sebenarnya telah
berorganisasi. Berkembangnya kesadaran mengenai pentingnya organisasi bagi
setiap orang sebenarnya melalui perjalanan yang amat lamban dibandingkan dengan
peradaban manusia itu sendiri. Karena baru dalam beberapa dasawarsa terakhir orang
mulai cenderung untuk melakukan studi
tentang organisasi beserta perilakunya secara mendalam.
Apa yang dikatakan
orang tentang organisasi tak ubahnya sebagai wadah dan alat untuk mencapai
tujuan mereka yang di dalamnya terdapat norma-norma yang harus dipedomani dan
nilai yang perlu dipegang teguh.
1.2
Rumusan
Masalah
Rumusan masalah dalam pembuatan makalah ini adalah;
1.
Untuk
mengetahui pengertian pengorganisasian dan struktur
organisasi
2.
Pentingnya
pengorganisasaian
3.
Pembagian
pekerjaan (division of work)
4.
Untuk
mengetahui pendeparteemenan
1.3
Tujuan
Pembuatan Makalah
Dari
rumusan masalah diatas dapat di ambil tujuan yaitu, untuk mengetahui
bagian-bagian dalam pengorganisasian atau sub-sub dalam pengorganisasian dan
struktur organisasi yang sangat berpengaruh dalam suatu manajemen. Selain itu
juga syarat untuk memenuhi salah satu tugas Pengantar Manajemen.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 PENTINGNYA PENGORGANISASIAN
Ernest
Dale menguraikan pengorganisasian sebagai suatu proses multilangkah :[1]
1.
Merinci seluruh pekerjaan yang harus dilakukan
untuk mencapai tujuan organisasi. Setiap organisasi dibentuk dengan seperangkat
tujuan.
2.
Membagi beban kerja ke dalam
aktivitas-aktivitas yang secara logis dan memadai dapat dilakukan oleh
seseorang atau oleh sekelompok orang. Organisasi dibentuk karena pekerjaan yang
akan diselesaikan tidak dapat dilakukan oleh satu orang saja.
3.
Mengkombinasi pekerjaan anggota perusahaan
dengan cara yang logis dan efisien. Bila suatu perusahaan memperbesar usahanya
dan mempekerjakan lebih banyak pegawai untuk melakukan berbagai aktivitas, maka
perlu dilakukan pengelompokan pegawai yang tugasnya saling berkaitan.
4.
Penetapan mekanisme untuk mengkoordinasi
pekerjaan anggota organisasi dalam satu
kesatuan yang harminis. Bila individu-individu dan departemen-departemen. Mulai
melaksanakan berbagai aktivitas mereka yang khas, tujuan organisasi secara
keseluruhan mungkin akan terabaikan atau mungkin timbul konflik di antara
anggota.
5.
Memantau efektivitas organisasi dan mengambil
langkah-langkah penyesuaian untuk mempertahankan atau meningkatkan efektivitas.
Banyak organisasi yang berkembang tanpa
terencana, mengadakan penambahan dan perubahan struktur dari waktu ke waktu
sebagai kebijakan taktis untuk mencapai tujuan spesifik. Sejumlah faktor spesifik
akan menentukan strktur actual suatu organisasi. Si antara factor-faktor itu
antara lain jenis teknologi yang digunakan, lingkungan di mana organisasi itu
beroperasi, dan pandangan hidup yang dianut para anggotanya. Tidak ada “cara
terbaik” untuk merancang struktur yang dapat diterapkan bagi semua organisasi.
Struktur yang paling sesuai adalah sesuatu yang sangat bersifat khusus, dan
akan berbeda dari satu organisasi dengan yang lain dan dalam sutau organisasi
sekalipun strukturnya akan berbeda dari waktu ke waktu.
2.2 PEMBAGIAN PEKERJAAN ( DIVISION OF WORK)
Banyak usaha dan departemen-departemen dalam
berbagai perusahaan yang dimulai dari kecil/ seorang wiraswastawan atau
individu mungkin saja dapat menangani keseluruhan operasinya. Tetapi pada saat beban
kerja usaha atau departemen berkembang, sang wiraswastawan atau seorang tadi
akan menjadi seorang manajer karena beberapa pembantu dipekerjakan dan
pekerjaan di bagi-bagi di antara mereka. Dengan adanya perluasan lebuh lanjut,
maka makin perlu bagi sang manajer untuk mengelompokkan para pegawainya ke
dalam berbagai departemen.
1.
Manfaat spesialisasi pekerjaan
Manfaat
spesialisai pekerjaan telah lama disadari. Dan dalam kenyataan, timbulnya
peradaban adalah berkat adanya pembadian kerja. Produktiviras lebih besar yang
dihasilkandari spesialisasi pelerjaan memberikan sumber daya yang diperlukan
bagi kemanusiaan untuk bidang-bidang seni, ilme, dan pendidikan. Adam smith
dalam bukunya yang berjudul wealth of nations, ia berpendapat bahwa manfaat
terbesar dari pembagian kerja adalah dalam pemilihan seluuruh pekerjaan menjadi
pekerjaan-pekerjaan kecil, sederhana dan terpisah di mana teriap karyawan dapat
mengkjususskan diri, dan produktivitas total berlipat ganda secara geometris.[2]
2.
Pemikiran awal tentang spesialisasi
Manfaat
spesialisasi dalam kaitannya denga meningkatnya produktivitas telah memperolej
perhatian besar dari para penulis tentang dampak speisalisasi pekerjaan
terhadap karyawan. Karl marx dan friedrich engles, yang menulis pada
pertengahan abad kesembilan belas, memandang dan pembelengguan individu.[3]
Dan
emile Durkheim, seorang sosiolog perancis yang telah menulis jauh sebelum.[4]
3.
Design pekerjaan (job design)
Untuk menentukan seberapa jauh sesuatu
pekerjaan sesungguhnya telah dispesialisasikan , ada dua konsep tentang
kedalaman pekerjaan (job depth) dan cakupan pekerjaan (job scope)
merupaka upaya awal untuk menggambatkan aspek-aspek spesialisai pekerjaan.
Dengan kedalaman pekerjaan, sampai sejauh mana
seseorang dapat mengendalikan pekerjaannya. Apabila pimpinan menetapkan standar
yang kaku, mengorganisasi pekerjaan dengan sangat terperinci, mengutaikan
metode. Dan menyelia pekerjaannya dengan ketat, maka kedalaman pekerjaan itu
rendah. Terapi, apabila ertelah penyusunan tujuandan aturan umum, pegawai
diberika keleluasaan untuk mengatur langkahnya sendiri dan melaksanakan
pekerjaan dengan cara yang dipandangnya terbaik, maka kedalaman pekerjaan itu
tinggi.
Dengan cakupan pekerjaan, operasi pelakksanaan
yang berbeda, yang diperlikan oleh suatu pekerjaan tertentu dan frekuensi
pengulangan daur pekerjaan. Makin rendah jumlah operasi dan makin besar
frekuensi pengulangan, makin sempit cakupannya.
4.
Keseimbangan Antara Spesialisasi – Kepuasan
Kerja – Produktivitas.
Pada
tahun 1960-an, para penulis manajemen modern seperti Chis Argyris,[5]
Frederick Herzberg,[6]
dan Douglas McGregor[7]
telah menaruh perhatian atas masalah-masalah yang timbul sebagai akibat
penyederhanaan pekerjaanyang ekstrim, terhadap individu. Mereka mengemukakan
bahwa apabila pekerjaan sangat dispesialisasikan atau difragmentasikan,para
karyawan akan merasakan bahwa tugas-tugas mereka monoton, tidak menyenangkan,
dan tidak memuaskan. Dengan demikian, pegawai kehilangan rasa otonominya dan
tidak menghadapi tantangan atau menjadi tidak berdaya serta tergantung. Para
penulis ini tidak mengatakan bahwa semua bentuk spesialisasi itu tidak
diinginkan. Tetapi, mereka mengemukakan bahwa spesialisasi dalam beberapa
bidang telah mencapai suatu titik di mana manfaat yang diharapkan dalam
efisiensi dan produktivitas tidak diperoleh karena lebih banyak menyebabkan
kerugian bagi manusia.
2.3 PENGORGANISASIAN DAN STRUKTUR ORGANISASI
A. Pengorganisasian
Pengertian pengorganisasian menurut para ahli:
v Drs. H. Malayu S.P. Hasibuan
Pengorganisasian
adalah suatu peoses penentuan, pengelompokan, dan pengaturan bermacam-macam
aktivitas yang diperlukan untuk mencapai tujuan, menempatkan orang-orang pada
setiap aktivitas ini, menyediakan alat-alat yang diperlukan
menetapkan wewenang yang secara relatif didelegasikan kepada setiap individu
yang akan melakukan aktivitas-aktivitas tersebut.
v George R. Terry
Pengorganisasian
adalah tindakan mengusahakan hubungan-hubungan kelakuan yang efektif antara
orang-orang, sehingga mereka dapat bekerja dama secara efisien dan dengan
demikian memperoleh kepuasan pribadi dalam hal melaksanakan tugas-tugas tertentu
dalam kondisi lingkungan tertentu guna mencapai tujuan atau sasaran tertentu.
Pengorganisasian dapat dipandang sebagai proses
penyesuaian struktur organisasi dengan tujuan, sumber daya, dan lingkungannya.
PROSES PENGORGANISASIAN
Proses pengorganisasian adalah meliputi
pembatasan dan jumlahan tugas-tugas, pengelompokan dan pengklasifikasian
tugas-tugas, serta delegasian wewenang di antara karyawan perusahaan.suatu
struktur organisasi merinci sebuah aktivitas berkaitan satu sama lain, sampai
tingkat tertentu ia juaga menunjukan tingkat spesialisasi dari aktivitas kerja.
Berikut ini adalah proses atau
langkah-langkah pengorganisasian:
1) Manajer harus mengetahui tujuan organisasi
yang ingin dicapai.
2) Penetuan kegiaatan-kegiatan.
3) Pengelompokan kegiatan-kegiatan.
4) Pendelegasian wewenang
5) Rentang kendali
6) Peranan perorangan
7) Tipe organisasi
8) Struktur (organization chart = bagan
organisasi)
Jika proses pengorganisasian di atas dilakukan
dengan baik dan berdasarkan ilmiah maka organisasi yang disusun akan baik,
efektif, efisien, dan sesuai dengan kebutuhan perusahaan dalam mencapai
tujuannya.
B. Struktur organisasi
Struktur adalah cara sesuatu disusun atau
dibangun, sedangkan Organisasi adalah
suatu wadah berkumpulnya minimal dua orang untuk mencapai sebuah tujuan
Struktur Organisasi adalah Suatu susunan dan hubungan antara tiap bagian secara posisi yang ada pada perusahaaan dalam menjalin kegiatan operasional untuk mencapai tujuan, bagaimana pekerjaan dibagi, dikelompokkan, dan dikoordinasikan secara formal.
Struktur Organisasi adalah Suatu susunan dan hubungan antara tiap bagian secara posisi yang ada pada perusahaaan dalam menjalin kegiatan operasional untuk mencapai tujuan, bagaimana pekerjaan dibagi, dikelompokkan, dan dikoordinasikan secara formal.
Pengertian struktur organisasi menurut para
ahli:
Stoner dan wankell (1986: 243) membatasi bahwa
struktur organisasi adalah susunan dan gubungan antarabagian komponen dan
posisi dalam suatu perkumpulan.
Menurut the liang gie bahwa struktur organisasi
adalah kerangka yang mewujudkan pola tetap dari hubungan-hubungan di antara
bidang-bidang kerja, maupun orang-orang yang menunjukkan kedudukan dan peranan
masing-masing dalam kebulatan kerja sama.
Menurut drs. h. malayu s.p. hasibuan stuktur
organisasi adalah suatu gambar yang menggambarkan tipe organisasi,
pendepartemenan organisasi kedudukan dan jenis wewenang pejabat, bidang dan
hubungan pekerjaan, garis pemerintah dan tanggung jawab, tentang kendali dan
system pimpinan organisasi.
Unsur-unsur struktur organisasi:
Bentuk-bentuk struktur organisasi:
a) Berdasarkan
proses pembentukannya:
Dikenal
dua macam, yaitu “organisasi formal dan organisasi informal”.
a. Organisasi
formal adalah organisasi yang dibentuk secara sadar dan dengan tujuan-tujuan
tertentu yang disadari pula, yang diatur dengan ketentuan-ketentuan formal.
b. Organisasi
informal adalah organisasi yang terbentuk tanpa disadari sepenuhnya, tujuannya
juga tidak jelas.
b) Berdasarkan
bentuk dan tipe/tipenya.
a. Organisasi
lini (line organization)
Organisasi
lini ini diciptakan oleh henry fayol dan biasanya organisasi dipakai
perusahaan-perusahaan kecil saja. Dalam organisasi lini ini pendelegasian
wewenang dilakukan secara vertical melalui garis terpendek dari seorang atasan
kepada bawahannya. Pelaporan tanggung jawab dari bawahan kepada atasannya juga
dilakukan melalui garis vertical yang terpendek. Perintah-perintah hanya
diberikan seorang atasan saja dan pelaporan tanggung jawab kepada atasan
bersangkutan.
b. Organisasi
lini dan staf (line and staff organization)
Organisasi
lini dan staf ini pada dasarnya merupakan kombinasi dari organisasi lini dan
organissi fungsional. Kombinasi ini dilakukan dengan cara memanfaatkan kebaikan-kebaikannya dan
mentiadakan keburukan-keburukannya. Asas kesatuan komando terap dipertahankan
dan pelimpahan wewenang berlangsung secara vertical dari pucuk pimpinan kepada
pimpinan bawahannya. Pucuk pimpinan tetap sepenuhnya berhak menetapkan
keputusan, kebijaksanaan, dan merealisasikan tujuan perusahaan. Dalam membantu
kelancaran tugas pimpinan, ia mendapat bantuan dari para staf. Tugas para staf
hanya untuk memberikan bantuan, pemikiran saran-saran, data, informasi, dan
pelayanan kepada pimpinan bahan pertimbangan untuk menetapkan keputusan dan
kebijaksanaannya.
Garis
wewenang tetap berada pada pimpinan, sedangkan staf hanya memiliki staf
sepenuhnya tergantung pada pimpinan sendiri. Tipe organisasi lini dan staf ini
umumnya digunakan untuk organisasi yang besar, daerah kerjanya luas, dan
pekerjaannya banyak.
c. Organisasi
fungsional (functional organization)
Organisasi
fungsional adalah organisasi yang disusun berdasarkan sifat dan macam pekerjaan
yang harus dilakukan. Pada tipe organisasi fungsional ini masalah pembagian
kerja mendapat perhatian yang sungguh-sungguh. Pembagian kerja didasarkan pada
“spesialisasi” yang sangat mendalam dan setiap pejabat hanya mengerjakan suatu
tugas atau pekerjaan sesuai dengan spesialisasinya. Dengan demikian maka para
bawahan akan mendapat perintah dari beberapa orang atasan yang masing-masing
hanya menguasai satu keahlian saja dan bertanggung jawab sepenuhnya atas bidang
masing masing. Yang menciptakan organisasi fungsional ini adalah f.w. taylor.
d. Organisasi
lini, staf, dan fungsional (line, staff, and dunctional organization)
Organisai
tipe ini merupalan kombinasi dari organisasi lini, lini dan staf, dan
fungsional dan biasanya diterapkan pada organisasi tipe organisasi lini dan
staf, sedangkan pada tingkat middle manager diterapkan tipe organisasi
fungsional. Organisasi ini dilakukan dengan cara menggabungkan kebaikan dan
menghilangkan keburukan dari ketiga tipe organisasi tersebut. Dengan demikian,
cocok untuk dipakai pada suatu organisasi yang besar dan kompleks.
2.4 PENDEPARTEMENAN
Fungsi kerja para pegawai perlu dibagi-bagikan
di antara mereka dan dikombinasikan menurut cara-cara yang logis. Para karyawan
yang memiliki fungsi berkaitan biasanya berbagi bidang kerja yang sama dan
merupakan suatu unit kerja. Efisiensi arus kerja bergantung pada keberhasilan
pemaduan berbagai unit dalam organisasi. Pembagian kerja dan kombinasi
tugas-tugas yang logis akan membawa ke struktur departemen dan subunit yang
logis.
Setiap organisasi terdiri dari beberapa departemen (bagian divisi
kerja = subsistem). Banyaknya bagian suatu organisasi tergantung dari kebutuhan
perusahaan bersangkutan .
Asas pendeparemenan
adalah
mengelompikkan kegiatan-kegiatan yang sama dan berkaitan erat ke dalam suaru
unit kerja (bagian ).
Dasar-dasar pedepartemenan (basic departmentation) ditentukan berdasarkan:
1)
Enterprise
function
Jika
pengelompokan atas dasar fungsi-fungsi perusahaan maka departemen
(bagian-bagian) yang terdapat dalam perusahaan itu, adalah:
·
Departemen
produksi (technical)
·
Departemen
perdagangan (commercial)
·
Departemen
keuangan (financial)
·
Departemen
keamanan (security)
·
Departememn
pembukuan (accounting)
·
Managerial
(kepemimpinan)
Untuk setiap departemen (bagian) dipimpin oleh manajer (pemimpin)
yaitu:manajer produksi, manajer perdagangan; manajer keuangan;manajer keamanan;
dan manajer pembukuan ; sedang perushaan dipimpin oleh direktur. Dasar
pendepartemenan atas fungsi-fungsi perusahaan akan menguntungkan
karena memanfaatkan kecakapan spesialisasi dari setiap manajer . peter f.
drucker dan follett, mengungkapkan kelemahan pengelompokkan
ini, yaitu:
v Pengelompokkan atas dasar
fungsi perusahaan lebih mempersulit dan membuat prestasi menjadi sulit diukur.
v Timbul masalah koordinasi pada puncak, yang menurut follett “benang
harus dijalin dengan benang, kita tidak boleh menjalin benang dengan secarik
kain tenun uang sudah jadi”.
2)
Management
function (fungsi-fungsi manajemen)
Jika pengelompokan atas dasar fungsi-fungsi manajemen maka departemen
(bagian-bagian) yang ada dalam perusahaan itu adalah:
1
Bagian pengembangan (planning dan organizing)
2
Urusan sumber daya manusia (USDM = staffing)
3
Pelaksanaan (operasional = directing)
4
Audit (pengendalian = controlling)
Setiap bagian dipimpin oleh manajer
(peminpin), yaitu: manajer pengembangan, manajer USDM, manajer pelaksana, dan
manajer audit.
3)
Process product
Jika pengelompokan dilakukan atas proses produksi/peralatan, misalnya
pabrik tekstil maka bagian-bagian (unit-unit kerja) yang ada dalam pabrik
tekstil itu.
4)
Product
Jika pen-departemen-an didasarkan atas produksi/hasil maka departemen-departemen
(subsistem) yang terdapat dalam perusahaan itu tergantung banyaknya jenis
produksi/ hasilnya. Misalnya pabrik mobil toyota.
Pengelompokan atas produksi/ hasil ini mempunyai kebaikan dan
keburukannya, sebagai berikut:
v Kebaikannya:
1
Perusahaan dapat memanfaatkan dengan sebaik-baiknya kecakapan karyawan,
dengan memberikan kesempatan pada mereka untuk mengembangkan spesialisasinya.
2
Peralatan yang diperlukan juga tertentu dan penyimpanannya tertentu
juga.
3
Potensi dan peoduk mana yang paling menguntungkan dapat dengan mudah
diketahui.
4
Manajer mana yang paling efektif dan yang kurang efektif dapat
diketahui.
5
Koordinasi atas suatu proyek/produksi lebih mudah dilakukan.
v Keburukannya:
1
Para anggota tim merasa kurang terjamin, karena walaupun proyek dapat
diselesaikan dengan berhasil, mereka selanjutnya mungkin kehilangan pekerjaan.
2
Ada kecenderungan timbulnya persaingan yang kurang sehat diantara
departemen.
5)
Customer
Jika pen-departemen-an didasarkan atas customer (langganan) maka
bagian-bagian yang terdapat dalam perusahaan itu sesuai dengan barang-barang
yang dijual.
Kebaikannya:
1
Memudahkan konsumen untuk mencari barang-barang yang akan dibelinya.
2
Memudahkan administrasi, dan persediaan cepat diketahui.
3
Mudah mengetahui barang-barang yang paling laku dan paling
menguntungkan.
4
Mudah mengetahui manajer yang paling berhasil
Keburukannya :
1
Pengetahuan karyawan pada bidang-bidang lainnya tidak berkembang.
2
Pekerjaan sangat membosankan para karyawan.
6)
Territory
Jika pendepartemenan (pengelompokan kerja) didasarkan atas territoryl
wilayah maka departemen (unit-unit kerja) yang ada dalam organisasi perusahaan
iru sesuai dengan daerah operasinya. Pen-departemen-an organisasi menurut wilayah
memberikan peluang pada pengumpulan dan penyampaian informasi yang lebih cepat,
sehingga mampu memberikan reaksi yang cepat dan tepat terhadap masalah-masalah
setempat.
7)
Time
Pen-departemen-an yang didasarkan atas time/waktu maka dalam organisasi
perusahaan itu terdapat bagian-bagian/ pengelompokkan berdasarkan waktu/shift
kerja.
8)
Simple number
Pengelompokkan atas simple number maka dalam organisasi perusahaan itu
terdapat kelompok / regu satu, regu sua, dan regu tiga. Penentuan jumlah
kelompok / regu didasarkan pada urutan angka.
9)
Combination
Pendepartemenan atas combination/ gabungan dari
pendepartemenan-pendepartemenan di atas (fungsi perusahaan, fungsi manajemen,
fungsi pemasaran, fungsi territory, dan lain sebagainya) dalam organisasi
perusahaan besar atau multinasional sering dilakukan.
10)
Matriks
Ini adalah salah stu konsep baru dalam bidang organisasi, yang bukan
saja terjadi pen-departemen-an dengan suatu dasar teknis yang sangat mendalam
terapi juga berdasarkan dasar manajemen. Supervisi bersifat dualistis yakni
supervisi teknis dari pimpinan teknis dan supervisi administratif.
Konsep ini
menggunakan sebuah bentuk matriks. Misalnya : dalam organisasi terdapat lima
kelompok, yaitu kelompok A, B, C, D, dan E yang masing-masing mewakili 5 macam
skill teknis yang merupakan bawahan manajer bidang service teknis.
BAB III
PENUTUP
3.1 Simpulan
Bagi suatu
perusahaan atau setiap organisasi lain, proses pengorganisasian (organizing
process) merupakan upaya penentu pekerjaan yang harus dilakukan untuk mencapai
tujuan organisasi, pembagian kerja secara tepat di antara para pegawai
perusahaan, dan penetepan mekanisme untuk mengkoordinasikan aktivitas-
aktivitas perusahaan. Salah satu hasil dari proses ini adalah suatu organisasi,
yang merupakan prosedur formal bagaimana organisasi tersebut dikelola.
Pendepartemenan
adalah pengelompokan aktivitas-aktivitas kerja yang sama atau secara logis
berkaitan . para pegawai yang ditugasi dengan tugas-tugas departemen yang telah
dispesialisasikan akam mengembangkan keterampilan dan kemahiran dalam
fungsi-fungsi tertentu, tetapi kemudian akan merasakan bahwa kerutinan kerja
sehari-hari akan mengakibatkan hilangnya rangsangan dan tantangan.
3.2 Saran
Mengingat
pentingnya pengorganisasian maka perlu kiranya masalah ini diperhatikan dan
dipahami sebaik-baiknya. Setelah mamahami pengorganisasian maka sebaiknya
diterapkan dalam bentuk actual di lapangan. Dan untuk para pemimpin
sebaiknya harus mengetahui semua hal yang menyangkut tentang organisasi baik
secara individu maupun kelompok.
Agar suatu
organisasi berhasil para anggota harus saling bekerjasama dengan baik dan
menjaga kebersamaan agar apabila terjadi masalah dapat diselesaikan dengan baik-baik
tanpa jarus mengganggu proses organisasi.
DAFTAR PUSTAKA
Stoner_ Sirait Manajemen Jilid 1
H. Malayu S. P. Hasibuan Manajemen: Dasar, Pengertian, dan
Masalah: Editor Estu Rahayu. – Ed. Revisi, Cet. 8. –Jakarta: Bumi
Aksara, 2009.
[1] Ernest Dale, Organization
(New York: American Management Associations, 1967), hal. 9. Kelima
tahap yang kita bicarakan merupakan perluasan dari proses tiga tahap yang
diutarakan oleh Dale.
[2] Adam Smith, Wealth
of Nation (New York: Modern Library, 1937; semula diterbitkan pada tahun
1776), hal. 3- 4.
[3] Karl Marx dan
Friedrich Engles, The German Ideology, Bagian I, diedit oleh C.J .
Arthur (New York: International Publishers, 1970; semula diterbitkan tahun
1846), hal. 53.
[4] Emile
Durkheim, the division of labour in society (New York: Macmillan, 1933; semula
diterbitkan pada tahun 1893).
[5] Chis Argyris, Personality
and Organization (New York: Harper & Brothers, 1957).
[6] Frederick
Herzberg, Bernard Mausner, dan Barbara Snyderman, The Motivation to Work, edisi
ke-2 (New York: Wiley, 1959).
[7] Douglas McGregor,
The Human Side Of Enterprise ( New York: McGraw-Hill, 1960).